Mediapersija - Persija Jakarta belum menemukan konsistensi permainan hingga Liga 1 2019 memasuki pekan ke 25. Setelah sebelumnya meraih hasil cukup memuaskan dengan menorehkan 4 poin dari 2 laga tandang antar-pulau. Persija Jakarta kembali dipaksa menelan kekalahan saat menjalani pertandingan tandang ke Pulau Bali melawan klub asal Jawa Barat.
Hasil tersebut membuat The Jakmania kembali mengerutkan dahinya kala melihat performa skuad asuhan Edson Tavares yang bermain tanpa motivasi. Bermain di tempat netral jelas menjadi sebuah keuntungan besar bagi Persija, karena tim tamu tak akan mendapatkan dukungan maksimal dari pendukungnya.
Berbagai cara sudah dilakukan suporter Persija untuk memberikan dukungan, motivasi, bahkan kritikan pedas untuk Andritany dkk. Namun semua usaha tersebut tak memberikan perubahan signifikan pada permainan Persija. Bahkan Persija sudah empat kali ditukangi pelatih berbeda musim ini, termasuk diasuh caretaker Sudirman. Hal tersebut juga tidak memberikan perubahan ditubuh Persija musim ini.
Jika kita berkaca pada beberapa suporter di Liga 1 2019, Persija beruntung memiliki The Jakmania yang hingga sekarang masih mendukung Persija "dijalan yang lurus". Dijalan yang lurus disini artinya, The Jakmania tidak melakukan tindakan-tindakan yang merugikan klub, manajemen, bahkan menyakiti pemain dan official.
Andai saja jika The Jakmania tidak memiliki batas kesabaran yang tinggi terhadap performa Persija musim ini, mungkin bisa jadi melakukan penyerangan terhadap pemain maupun official, atau dalam hal lain The Jakmania bisa saja turun ke lapangan untuk memberikan kritik saat Persija bermain buruk bahkan kalah di kandang. Namun hingga saat ini, hal itu tidak pernah terjadi. Artinya pendukung Persija masih memiliki kesabaran yang tinggi terhadap performa timnya. The Jakmania lebih memilih memberikan kritik melalui jalur birokrasi, daripada melakukan hal-hal yang bersifat anarki. Meskipun hal tersebut juga belum berdampak pada penampilan Persija musim ini.

0 Comments
Posting Komentar