Mediapersija - Persija Jakarta terus melakukan gebrakan baru jelang bergulirnya musim kompetisi 2020. Macan Kemayoran diprediksi akan menjelma menjadi klub tangguh musim ini, sama halnya seperti prestasi yang ditorehkan Persija pada musim 2018. Selain itu, Persija juga akan memasuki era baru.

Dimulai dari perombakan di sisi managerial Persija musim 2020. Ambono Janurianto mengemban tugas berat sebagai direktur utama Persija Jakarta, disusul Kokoh Alfiat yang bergeser tugas menjadi Chief Financial Officer. Sedangkan Ferry Paulus yang sebelumnya menjabat sebagai  Presiden Klub kini berubah menjadi Direktur Olahraga. Sebagai gantinya tugas FP kini diganti oleh Mohamad Prapanca.

Lain halnya dengan Ardhi Tjahjoko yang sebelumnya menjabat sebagai manager tim, kini naik pangkat menjadi pembina tim. Sedangkan manager tim kini diisi oleh Bambang Pamungkas, legenda Persija yang akhir musim lalu menyatakan pensiun sebagai pemain sepakbola profesional.

Perubahan signifikan di tubuh Persija ini bertujuan untuk menyukseskan langkah Persija untuk melakukan IPO (Initial Public Offering) yang akan dilakukan tahun ini. Selain merombak di sisi manajemen, Persija juga melakukan belanja besar untuk mengarungi Liga 1 2020.

Dimulai dari mendatangkan pelatih berkelas sekaliber Sergio Farias yang didampingi oleh Stefano Impagliazzo dan Rodrigo Pellegrino sebagai pelatih fisik, ditambah Osvaldo Lessa yang bertugas sebagai penerjemah sekaligus asisten pelatih.

Catatan transfer pemain Persija musim ini juga terbilang sangat mewah jika dibandingkan dengan klub lain. Diawali dengan mendatangkan Alfath Faathier dari Madura United dan Otavio Dutra dari Persebaya yang diproyeksikan untuk menambal kekurangan di lini belakang. Diikuti oleh kedatangan Evan Dimas, Marco Motta dan Marc Klok yang diproyeksikan untuk memperkuat aliran bola di lini tengah Persija musim 2020.

Jika melihat komposisi pemain Persija musim 2020, rasa-rasanya The Jakmania harus memiliki optimisme yang tinggi untuk menyongsong Liga 1 2020. Bagaimana tidak, Persija sudah melakukan pembenahan dari segala sisi manajemen dan skuad di lapangan.

Disamping itu, kini Persija sedang menunggu rampungnya pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) yang digandang-gadang akan selesai akhir tahun 2021. Jika langkah Persija untuk IPO (Initial Public Offering) tahun ini sukses, ditambah prestasi Persija semakin menanjak dan berharap Persija bisa ikut berpartisipasi di kancah Asia untuk musim depan, maka bersiaplah The Jakmania. Persija akan memasuki era baru, era sepakbola modern dan era sepakbola industri.