Mediapersija - Persija Jakarta mengawali BRI Liga 1 2022/2023 dengan hasil yang memuaskan. Hingga pekan ke-7, Macan Kemayoran bertengger di peringkat ke-6. Mereka mendulang empat kemenangan, dua kali imbang dan sekali kalah. Memasukkan sembilan gol dan kebobolan empat gol.
Tak sedikit yang menyebut, di balik hasil positif yang didulang Persija, ada Thomas Doll yang menunjukkan peran besarnya. Ia jeli dalam meracik strategi. Keberanian dia dalam menentukan strategi dengan tiga pemain belakang, terbilang membuat tim mulai pada trek yang diinginkan.
Tak sedikit pula yang beranggapan, penampilan gemilang legiun asingnya –Ondrej Kudela, Hanno Behrens, Abdulla Yusuf Helal, Michael Krmencik– menjadi salah satu kunci apiknya performa Persija. Khusus untuk Hanno Behrens, ia malah menunjukkan diri sebagai gelandang yang kreatif dan produktif. Ia sudah mengoleksi tiga gol dari lima kali penampilannya.
Di luar kehebatan Doll dalam meramu strategi dan statistik beberapa pemain yang gemilang, rasanya ada sosok lain yang pantas mendapatkan perhatian lebih. Itu ada pada sang penjaga gawang, Andritany Ardhiyasa.
Pada beberapa laga yang sudah dilakoni Persija, Andritany tampil luar biasa. Di bawah tiang gawang, ia berjibaku melakukan penyelamatan. Pada laga melawan Persita contohnya. Tercatat sekitar empat kali dia melakukan penyelamatan gemilang.
Data statistik sementara BRI Liga 1 2022/2023 hingga pekan ke-7 menyebutkan, pebola berumur 31 tahun itu tercatat sebagai kiper dengan jumlah penyelamatan terbanyak. Catatan itu melebihi kiper-kiper lain seperti Muhammad Riyandi (Persis Solo) yang sudah membukukan 28 penyelamatan atau Diky (Persikabo 1973) yang telah mengoleksi 22 penyelamatan.
Obrolan pun santai. Mengalir begitu saja. Tentu, obrolan seputar Liga 1 dengan segala kisah-kisah recehnya.
Setelah ngobrol santai banyak hal, pertanyaan saya pun tertuju pada performa dia musim ini. Apa resep jitu hingga memimpin catatan top saves sejauh ini? Mulanya, sosok yang hobi membaca ini agak bercanda. Enggan dibawa ke obrolan yang serius. Namun setelah itu, ia menyuguhkan jawaban yang masuk akal. Logis.
Tapi, ngomong-ngomong, apa iya, resep jitunya hanya soal latihan yang konsisten? Semua kiper pasti melakukan hal yang sama. Serius setiap latihan. Patuh dan mengikuti latihan yang diterapkan pelatih kiper.
Sedikit berpikir ke fakta lain. Di Persija dalam dua musim terakhir, peran Andritany itu bukan melulu sebagai kiper. Ia juga selalu dipercaya sebagai kapten tim. Selama dia diturunkan, ban kapten selalu menempel di lengannya.
Nah, dalam hal ini pasti ada korelasi, antara penampilan gemilangnya (jumlah penyelamatan yang banyak, red) dengan peran dia sebagai kapten. Apa pun alasannya, kapten dituntut punya peran ganda. Bukan hanya bagus sebagai individual, ia juga harus lihai menjaga kekompakan tim.
“Menurutku, kapten tim itu bagian dari gambaran penampilan tim. Ia harus punya wibawa dan dedikasi buat klub. Penampilan dia, akan memengaruhi performa pemain yang lain,” jelas Andritany ketika saya tanya peran ideal seorang kapten.
Kemampuan komunikasi inilah, menurut saya, menjadi nilai plus Andritany pada awal musim ini. Komunikasi dia yang bagus dengan pemain lain, terutama pemain belakang, membuat pertahanan Macan Kemayoran solid.
Ia pun, banyak melakukan penyelamatan gemilang. Lalu, performa Persija pelan-pelan menanjak.
Nah, jadi siapa kunci dibalik apiknya performa Macan Kemayoran musim ini? Silaken, direnungken.
Tulisan oleh:
Hanif Marjuni (Media and Public Relation Manager PT LIB)
.jpg)
0 Comments
Posting Komentar